Jumat, 11 Desember 2015

POLITIK ISLAH: RE-NEGOSIASI ISLAH, KONFLIK, DAN KEKUASAAN DALAM NAHDLATUL WATHAN DI LOMBOK TIMUR

POLITIK ISLAH: RE-NEGOSIASI ISLAH, KONFLIK, DAN KEKUASAAN DALAM NAHDLATUL WATHAN DI LOMBOK TIMUR
Oleh. Saipul Hamdi
Kawistara, Vol. 1, No. 1, April 2011: 1-14
PENGANTAR
Konflik merupakan salah satu ancaman besar yang dihadapi bangsa Indonesia padamasa Reformasi. Jatuhnya rezim Suharto 1998 ditandai dengan munculnya berbagai konflik komunal hampir di setiap daerah di Indonesia (Anwar et al ., 2005; Nugroho et al., 2004). Konflik yang muncul pada masa Reformasi lebih bersifat komunal yang me libatkan sebuah masyarakat, komunitas, or ganisasi atau institusi sosial (Tomagola, 2006; Colombijn, 2001). Konflik tidak hanya di sebabkan oleh perbedaan identitas budaya, bahasa, dan agama, tetapi juga karena adanya kepentingan ekonomi, politik, dan kekuasaan. Anthony Giddens mengatakan bahwa konflik sangat dekat dengan ideolo gi, politik, dan kekuasaan. Bahkan sebagian besar konflik yang muncul hanya disebab kan oleh faktor kekuasaan (Giddens, 1989: 571). Konflik komunal di Ambon, Maluku, Poso, Kalimantan, dan Lombok memiliki kaitan yang kuat dengan kepentingan politik, ekonomi, dan kekuasaan. Kuatnya pengaruh dari faktor-faktor tersebut menyebabkan konflik terus mengalami polarisasi, reproduksi, dan eskalasi di masyarakat (Van Klinken, 2005: 94, 99; Wilson, 2008: 130- 131).

Minggu, 25 Oktober 2015

Fakta Menarik di Balik Kemenangan Lombok di Wisata Halal Dunia






Lombok is Indonesia halal Jewel’ (Foto: twitter @WHTS15)

Liputan6.com, Mataram Pariwisata Indonesia tengah bergembira dan merayakan pencapaian atas kemenangan dalam ajang kompetisi dunia The World Halal Travel Summit/Exhbition 2015 (WHTS15) di Abu Dhabi, Uni Emirate Arab (UEA) pada 21 Oktober 2015 lalu. Dari 14 kategori yang dilombakan, Indonesia menyabet pehargaan sebagai pemenang di tiga kategori yakni World’s Best Halal Tourism Destination, World’s Best Halal Honeymoon Destination, dan World’s Best Family Friendly Hotel.

Pulau Lombok berhasil menyabet penghargaan sebagai pemenang di 2 kategori yaitu World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination. Sedangkan pada kategori World’s Best Family Friendly Hotel, Hotel Sofyan Jakarta terpilih menjadi pemenang.

Tentunya, ada kebanggan tersendiri dengan penghargaan yang diterima Indonesia dalam ajang Internasional yang melibatkan lebih dari 200 negara di dunia tersebut. Bahkan, menteri Pariwisata Arief yahya menyebut kemenangan Indonesia sebagai kado manis satu tahun masa pemerintahan Jokowi-JK .

Sabtu, 09 Mei 2015

Seputar Lombok

Dengan pantai-pantai yang indah nan ajaib, Gunung Agung Rinjani dan kehidupan laut spektakuler yang menarik untuk dijelajah, pulau lombok di Nusa Tenggara Barat memiliki banyak destinasi wisata baik di darat maupun di laut. Tidak heran jika Lombok adalah destinasi terpopuler di Nusa Tenggara Barat.

Pantai Lakey: Berselancar Memburu Ombak Kidal di Nusa Tenggara Barat


Pernahkah Anda mendengar istilah ombak kidal? Jika belum dan ingin melihat atau bahkan menaklukkannya dengan berselancar (surfing) maka kunjungilah Pantai Leakey. Saat ini memang sebagian besar yang datang ke Pantai Lakey adalah wisatawan asing seperti dari Australia, Amerika Selatan, Amerika Serikat, dan lainnya. Pantai ini berlokasi di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Pantai Leakey sebenarnya adalah salah satu pantai yang tersohor sebagai salah satu kawasan surfing terbaik dan unik di dunia. Apa yang unik? Ombaknya ternyata memiliki arah sapuan ke kiri bukan ke kanan sebagaimana umumnya. Keunikan ini juga nyatanya telah digenapi dengan keindahan pantai yang sudah menjadi buah bibir terutama di kalangan penggila surfing. Salin itu, angin laut yang terbilang kencang di kawasan ini juga mendukung kegiatan surfing, wind surfing, atau kite surfing.

Islam Watu Telu di Lombok


Masyarakat Sasak, etnis asli yang mendiami Pulau Lombok sebagian besar memeluk agama Islam. Sebelumnya penduduk setempat menganut kepercayaan Sasak Boda, yakni kepercayan animisme dan panteisme dimana pemujaan dilakukan terhadap roh-roh leluhur dan dewa-dewa lokal. Kemudian Islam dibawa masuk oleh para pendatang Makassar dan Jawa pada abad ke-16.
 Saat itu, Lombok terpecah menjadi tiga golongan berdasarkan kepercayaan yang dianut, yakni Sasak Boda, Islam lima waktu, dan Islam yang dibawa oleh Sunan Perapen yang kemudian ajarannya dikenali dengan sebutanWetu Telu. Hingga saat ini, golongan Islam Wetu Telu masih bertahan. Ini adalah kepercayaan orang Sasak yang menganut agama Islam tapi masih mempraktikan ritual-ritual agama Hindu, Buddha dan animisme.
 Penyebaran Wetu Telu sekira 1 persen di seluruh wilayah Lombok, diantaranya terdapat di beberapa desa di Kecamatan Bayan, Lombok Utara seperti Loloan, Anyar, Akar-Akar, dan Mumbul Sari serta dusun-dusunnya memusat di Senaru, Barung Birak, Jeruk Manis, DasanTutul, Nangka Rempek, Semokan dan Lendang Jeliti.

Desa Sade-Sasak Lombok dan Tata Cara Hidup Mereka yang Patut Anda Simak



Sasak adalah penduduk asli Pulau Lombok. Seperti juga kelompok etnik lain di Indonesia, suku Sasak berasal dari keturunan Austronesia yang bermigrasi dari daratan Asia sekitar 5.000 tahun SM dan tinggal di daerah-daerah di Asia Tenggara sampai ke Kepulauan Pasifik Selatan. Saat ini 85% dari populasi Lombok adalah suku Sasak. Meskipun Lombok sangat dipengaruhi oleh budaya Bali yang mayoritas memeluk agama Hindu Bali tetapi suku Sasak di Lombok mayoritas memeluk Islam.
Suku Sasak dikenal dengan keyakinan Wektu Telu yaitu kepercayaan Islam yang memiliki unsur-unsur Hindu, Buddha, dan kepercayaan tradisional kuno lainnya. Walaupun suku Sasak memeluk keyakinan Wektu Telu tetapi mereka tetap melaksanakan salat wajib lima waktu. Ada juga minoritas kecil memeluk keyakinan yang disebut Bodha yaitu kepercayaan animisme dan Buddhisme. Dua kelompok agama ini hidup harmonis bermasyarakat.
Desa Sasak paling kuno adalah Desa Bayan, berada dekat kaki Gunung Rinjani yang merupakan kubu Wektu Telu. Akan tetapi yang paling sering dikunjungi wisatawan adalah Desa Sade dan Desa Rembitan, di dekat Mataram. Masyarakat desa tersebut memilih mengabaikan modernisai dunia luar dan lebih memilih untuk terus melestarikan tradisi lama mereka.

Senin, 20 April 2015

Asal Muasal Nama LOMBOK



Kejujuran Suku Sasak Tumbuhkan Jati Diri Bangsa

Jakarta, Kemendikbud --- Kejayaan dan kekuasaan Kerajaan Hindu Majapahit pada masanya banyak memberikan pengaruh terhadap kehidupan dan kebudayaan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Pengaruh kehidupan dan kebudayaan tersebut bahkan terasa hingga kini, salah satunya bagi masyarakat Suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Catatan historis mengenai Lombok dan Suku Sasak termaktub dalam kitab Negarakertagama karangan Empu Prapanca yang isinya memuat tentang kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Jumat, 10 Oktober 2014

Profile MA'HAD DARUL QUR’AN WAL HADITS AL-MAJIDIYYAH ASSYAFI’IYYAH NW PANCOR (MDQH NW PANCOR)


A. PENDAHULUANs
Pernyataan AL–Magfurullahu Syaikh Sayyid Amin Al- Quthbi :

فىِ سَاحَةِ اْلعِلْمِ لَهُ مَعْهَدٌ
لاَ يَبْرَحُ الطُّلاَبُ فىِ ظِلِّهِ
Di dunia ilmu dia memiliki Ma’had
Tidak akan pernah kurang
para Thullab bernaung di bawahny

Pesan Al-Maghfurulahu Maulana Syeikh :

معهد القرآن بنا * فادخلوا طالبينـا
بســلام آمنين * نهضة الوطن فينا

Ma’had Darul Qur’an Wal Hadits Tetap Eksis
Silahkan Anda masuk untuk belajar di dalamnya
Dengan rasa nyaman dan tenteram
Di Nahdlatul Wathan.

Pondok Pesantren merupakan pusat pendidikan Islam, dakwah dan pengabdian masyarakat yang tertua di Indonesia. Pondok pesantren diakui sebagai sistem dan lembaga pendidikan yang memiliki akar sejarah dengan ciri-cirinya yang khas. Keberadaannya sampai sekarang masih berdiri kokoh ditengah-tengah komunitas masyarakat. Hal ini terbukti dengan kenyataan bahwa pondok pesantren saat ini masih menampakkan keaslian, kebhinekaan dan kemandirian walaupun usianya setua proses Islamisasi di negeri ini.

Kamis, 09 Oktober 2014

“G25-S” dan Nasib Rupiah*) (Dampak perekonomian akibat pertarungan dua kubu di parlemen)

source: http://sinarharapan.co
Akhir pekan lalu (Jum’at, 26 September), kinerja pasar uang dan saham melemah. Rupiah melemah 0,5% menjadi Rp12.007 per dolar Amerika Serikat (AS), sedangkan IHSG anjlok 1,32% menjadi 5.132,56. Selain disebabkan oleh faktor eksternal, pelemahan ini terutama disebabkan oleh faktor internal. Kebetulan, berbagai peristiwa (eksternal dan internal) yang menyebabkan pasar uang dan saham kita melemah tersebut terjadi pada 25 September 2014, sehingga saya menyebutnya ada “Gerakan 25 September” (“G25-S”). 

Dari sisi eksternal, pelemahan Rupiah dan IHSG ini dipicu oleh kekhawatiran para pelaku pasar terkait dengan kebijakan bank sentral AS (the Fed). Rupiah melemah karena penguatan dolar AS setelah pidato Fisher terkait kebijakan moneter AS. Fisher yang menjadi anggota Federal Open Market Committee (FOMC) menyampaikan pidatonya pada Kamis (25 September ) di Roma, yang mengindikasikan penaikan suku bunga the Fed lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Dia mengemukakan ada asumsi the Fed akan menaikkan Fed Rate antara musim semi (sekitar April) dan musim panas (sekitar Juni) tahun 2015.

Rabu, 08 Oktober 2014

Preview Buku "Sang Maulana" oleh Muhammad Zulkarnaen



MENGENANG era pra kemerdekaan Republik Indonesia. Hidup di dunia ini terasa tidak begitu bermakna. Tekanan dan paksaan dari para penjajah menjadi empedu yang selalu dirasakan setiap hari oleh masyarakat Indonesia. Kerja keras hanya akan memberikan keuntungan bagi para penjajah. Hasil kerja terkadang tak diupah sehingga tidak ada penghasilan yang dibawa pulang ke rumah. Menentang perintah dari para penjajah sama artinya dengan mencari mati.
Kehadiran seorang pembawa perubahan selalu dinanti oleh semua penduduk negeri, tak terkecuali oleh masyarakat Rinjani. Animisme, kebodohan, serta kemiskinan menjadi pemandangan yang tak mengenakkan. Kapankah masyarakat bisa keluar dari masa pahit ini? Tak seorangpun dapat mengetahuinya.
Pada tahun 1910, seorang ulama’ bernama Syaikh Ahmad Rifa’i datang di dalam mimpi salah se­orang tokoh agama di Pulau Lombok bernama Tuan Guru Abdul Madjid. Kedatangan ulama’ dari Maghrabi ini membawa berita gembira. Berita yang membuat Tuan Guru Abdul Madjid tersenyum dan menampakkan wa­jah yang ceria. Betapa tidak! Orang yang membawa berita itu merupakan seorang wali Allah yang kata-katanya dipastikan mengandung unsur kebenaran.
Akan segera lahir dari istrimu seorang anak laki-laki yang kelak akan menjadi seorang ulama’ besar.” Begitulah isi berita yang dibawa oleh ulama’ tersebut.

Selasa, 07 Oktober 2014

Pesan Maulana Syaikh, tanggal 20 Maret 1996

Embe taok muridku si’ bani bebantelan dunia akherat. Luean si mentingang  dirikne doang. ( 20 Maret ’96 )

     ( Manakah muridku yang berani berjuang dunia akhirat/lillahi ta'ala. Lebih banyak yang mementingkan dirinya sendiri )
Bani bebantelan dunia akhirat ( Berani sehidup semati/berjuang sekuat tenaga dunia akhirat ).
Kalimat ini merupakan sebuah tantangan sekaligus harapan agar murid Maulana Syaikh benar-benar berjuang lillahi ta'ala. Berjuang dengan segenap jiwa raga, tidak saja untuk memajukan organisasi NW tetapi untuk kemaslahatan ummat Islam. Harapan tersebut menguatkan bahwa guru memiliki hasrat nurani untuk benar dan tulus membentuk murid-muridnya. Guru adalah orang tua rohani, sedangkan ibu bapak adalah orang tua jasmani ( yang melahirkan kita ). Guru merupakan jalan kita mengerti bagaimana kekuasaan Allah, bagaimana keagungan Allah, sehingga kita memahami apa yang seharusnya kita perbuat dan tinggalkan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Seseorang tidak akan memperoleh kesuksesan dan tidak pula ilmunya dapat bermanfaat apabila ia tidak menghormati gurunya dan ilmu itu sendiri. Dalam Kitab Ta'limul Muta'allim disebutkan :
ماَ وَصَلَ مَنْ وَصَلَ اِلاَّ بِالحْرُمَةِ وَمَا سَقَطَ مَنْ سَقَطَ اِلاَّ بِتَرْكِ الْحُرْمَةِ وَالتَّعْظِيْمِ .
Artinya : Dapatnya orang mencapai sesuatu hanya karena mengangungkan sesuatu itu,  dan gagalnya juga hanya karena tidak mau mengagungkannya.

POTRET KELUARGA TUAN GURU KYAI HAJI MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID Bagian ke-2

Keluarga Besar Tuan Guru Haji Abdul Madjid

Haji Mahsun Ainy, salah seorang putera Tuan Guru Haji Abdul Madjid, menyebutkan bahwa nenek moyang Tuan Guru Haji Abdul Madjid bukanlah berasal dari Pulau Lombok. Akan tetapi, konon, ia merupakan keturunan dari nenek moyang yang berasal dari Sulawesi Selatan [Makassar]. Orang tuanya yang bernama Papuk2 Jumlah adalah putera dari Balok3 Lendang. Nama yang disebut terakhir, konon digelari sebagai "dewan pasu" oleh pemerintah Kerajaan Karang Asem. Gelar 'Tuan Guru adalah sebutan yang diberikan kepada seseorang yang memiliki kapasitas ilmu pengetahuan agama Islam yang luas. Dalam konteks kultur Jawa sebutan Tuan Guru dikenal dengan nama Kyai. [1]

POTRET KELUARGA TUAN GURU KYAI HAJI MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID Baian ke-1

KELUARGA SAKINAH GURU MUKMINAH (Julukan?Gelak Datok Abdul Majid)


Guru Mukminah atau Guru Minah adalah nama populer yang menjadi panggilan akrab ayah dari Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Julukan "guru" ini diberikan  kepadanya karena selalu tekun dan aktif menjadi guru mengaji, yakni inengajarkan membaca Al-Qur'an, bahkan juga sebagai seorang muballigh, sehingga ia terkenal sebagai seorang pemuka masyarakat di kampungnya, yakni Kampung Bermi, Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Nama populer yang menjadi panggilan akrabnya ini, selanjutnya diganti dengan nama Haji Abdul Madjid, setelah ia menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah pada tahun 1341 H [1923 M]. Penggantian nama setelah menunaikan ibadah haji seperti ini sudah menjadi tradisi umum masyarakat Indonesia. Nama tersebut biasanya diambil dari namanama silsilah keluarga, atau nama seorang tokoh, atau ulama yang dikagumi. Setelah selesai mengerjakan ibadah haji, maka secara resmi dipanggil Pak Haji dengan nama barunya. Di samping itu, ia juga dipanggil Tuan Guru.' Jadi, nama lengkapnya adalah Tuan Guru Haji Abdul Madjid.

“tulisan ini diambil atau ditulis ulang dari buku Visi Kebangsaan Religius Bab II karangan Mohammad Noor, Muslihan Habib dan Muhammad Harfin Zuhdi”

Sabtu, 04 Oktober 2014

PENDIDIKAN NAHDLATUL WATHAN DI NUSA TENGGARA BARAT (NTB) : SARIF HIDAYATULLAH


Sumber: HidayatullahBlog

A.    PENDAHULUAN


Untuk mencoba mengatasi persoalan pendidikan di dunia Islam, menurut Hasan Langgulung, telah hadir tiga pola pemikiran : pertama, pola pemikiran pendidikan Islam yang berorientasi kepada pola pendidikan modern di Barat; kedua, pola pemikiran yang berorientasi dan bertujuan untuk memurnikan kembali ajaran Islam; Ketiga, pola pemikiran yang berorientasi pada kekayaan dan sumber daya bangsa masing-masing dan bersifat nasionalisme. [1]

Sejalan dengan upaya kaum muslimin di berbagai belahan dunia Islam, termasuk di Indonesia yang hingga sekarang terus berusaha berbenah diri dalam bidang pendidikan, Nahdlatul Wathan juga sudah cukup lama ikut mengambil bagian memikirkan persoalan pendidikan bagi masyarakat, khususnya di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Keikutsertaan dan kepedulian Nahdlatul Wathan dalam memikirkan dan menangani masalah pendidikan yang dihadapi masyarakat Lombok itu tampaknya didorong oleh rasa tanggungjawab dan dihadapkan dengan realitas umat Islam di daerah tersebut masih jauh tertinggal dalam bidang pendidikan.

Kehadiran Nahdlatul Wathan sebagai organisasi sosial keagamaan yang bergerak dalam berbagai bidang, utamanya bidang pendidikan, berawal dari gagasan dan pemikiran Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid untuk mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah, disingkat NWDI, [2] dan Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah, di singkat NBDI, sehingga nama Nahdlatul Wathan sebagai organisasi diambil dari dua kata pertama nama NWDI tersebut.

Syaikh Zainuddin Abdul Madjid, Ulama Kharismatik dan Jenius dari Pulau Lombok (Kandidat Pahlawan Nasional)



Ditulis oleh: Subki Raz
Maulana Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madji`

Para pembaca mungkin masih asing mendengar nama Syaikh Zainuddin Abdul Madjid. Tetapi coba anda berkunjung ke Pulau Lombok (sebuah pulau kecil dan indah yang sering dijuluki Pulau Seribu Masjid), kemudian menanyakan nama itu kepada orang asli Lombok, pastilah semua orang yang anda tanya akan kenal sekali dengan nama itu. Terutama di kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pejabat. Apalagi jika pembaca atau wartawan bertanya kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini. Mengapa? Simak terus tulisan ini untuk mendapatkan jawabannya.

Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah seorang tokoh terkenal di Pulau Lombok bahkan Nusa Tenggara Barat. Di pulau Lombok, sebutan syaikh lebih dikenal dengan sebutan Tuan Guru. Tuan Guru ini identik dengan Kyai di Jawa. Sehingga di depan nama Beliau ini biasanya dituliskan singkatan TGKH (Tuan Guru Kyai Haji). Sehingga dalam penulisan nama Beliau di berbagai tempat secara lengkapnya adalah TGKH Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Muhammad Zainul Majdi



Dr. K.H. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (lahir di Pancor, Selong, 31 Mei 1972; umur 42 tahun) adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat masa jabatan 2008-2013. Ia menjabat didampingi oleh Wakil Gubernur Badrul Munir.
Sebelumnya, Majdi menjadi anggota DPR RI masa jabatan 2004-2009 dari Partai Bulan Bintang yang membidangi masalah pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian dan kebudayaan (Komisi X).

NAHDLATUL WATHAN





1. Latar Belakang
Organisasi Nahdlatul Wathan disingkat NW adalah organisasi keagamaan islam (jam’iyah diniyah islamiyah) yang memiliki kegiatan utama (core activities) dalam bidang pendidikan, social dan dakwah islamiyah. Organisasi ini didirikan oleh TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pada tanggal 1 Maret 1953 bertepatan dengan 15 Jumadil Akhir 1372 Hijriyah.
Keberadaan lembaga-lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan merupakan suatu bukti yang tidak terbantahkan akan peran serta organisasi ini dalam ikut serta mewujudkan tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Secara matematis berapa banyak anak bangsa yang dapat dicerdaskan oleh oragnisasi Nahdlatul Wathan setiap tahun. Bila dirata-ratakan setiap jenjang/jenis lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan dapat menamatkan 40 orang anak didik setiap tahun maka akan ditemukan angka anak bangsa yang dapat ditamatkan dalam satu tahun sekitar 36.080 (tiga puluh enam ribu delapan puluh) orang siswa.

Sejarah Pendiri Nahdlatul Wathan TGKH. M. Zainuddin Abd. Majid




A.    KELAHIRAN TUAN GURU KYAI HAJI MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID
  1. Kelahiran
Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang nama kecilnya Muhammad Saggaf dilahirkan pada hari Rabu, 17  Rabi’ul Awal 1326 [1904 M] di Kampung Berini, Desa Pancor, Kecamatan Rarang Timur [Sekarang Kecamatan Selong] Lombok Timur Nusa Tenggara Barat.
Adalah Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid, yang namanya disingkat HAMZANWADI [Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah], yang akrab dipanggil Maulana Syaikh atau juga akrab dengan panggilan “Tuan Guru Pancor”, oleh para murid dan jamaahnya secara umum, semasa kecilnya diberi nama Muhammad Saggaf oleh ayahnya sendiri, yaitu Tuan Guru Haji Abdul Madjid.
Terdapat keunikan lain seputar kelahirannya, yaitu adanya cerita gembira yang di bawa oleh seorang wali, bernama Syaikh Ahmad Rifa’i yang juga berasal dari Maghrabi. Ia menemui Tuan Guru Haji Abdul Madjid menjelang kelahiran putranya. Syaikh Ahmad Rifa’i berkata kepada Tuan Guru Haji Abdul Madjid “Akan segera lahir dari istrimu seorang anak laki-laki yang akan menjadi ulama besar”.

Selasa, 30 September 2014

Perbedaan pokok dua sistem ekonomi (Islam dan Konvensional)



Dalam beberapa dekade terakhir, istilah ekonomi islam menjadi sebuah trend tersendiri dikalangan para akademisi, pelajar dan dikalangan masyarakat umum. Di indonesia sendiri, sejarah pertumbuhan ekonomi silam sendiri dimulai pada tahun 90-an saat indonesia mengalami dampak dari krisis global yang melanda dunia. Diawalai dari sebuah perbankan islam yang berdiri pada tahun 1992 yang dimotori oleh para cendikiawan muslim indonesia dan para akademisi untuk mendirikan sebuah lembaga keuangan yang didasarkan kepada nilai-nilai islam yang kemudian dibangunlah Bank Muamalat yang menjadi bank yang berdasarkan pada nilai-nilai islam, kemudian bank Muamalat menjadi bank syariah yang pertama berdiri pada tahun 1992.

Senin, 29 September 2014

Antara Ingin Dan Siap Menikah




blognyasukmasuci.wordpress.com
Ikhwah, saudaraku seiman dan seperjuangan. 
Memang dalam masa-masa muda (apalagi saat masa akhir kuliah seperti saya J) sering terbersit difikiranuntuk menikah. Namun apakah sebenarnya kita sudah siap menikah atau mungkin hanya sekedar ingin menikah namun sebenarnya belum siap? Apalagi susasna atau lingkungan yang sangat mendukung untuk kita melakukan hal-hal itu, maka akan semakin kuat keinginan untuk menikah walaupun sebenarnya kalau di timbang-timbang dan di lihat-lihat keadaan dan kondisi kita sebenarnya belumlah memadai dan siap untuk menikah.
Sebenarnya kalau saya pribadi sih yaaa pernah berfikir seperti itu. Apalagi ya dikampus saya itu banyak yang nikah pas lagi kuliah. Lebih utama lagi di kelas saya tuh ya udah 5 orang yang nikah dan alhamdulillah udah 2 orang yang sudah memiliki buah hati. Aduuhhh jujur aja, kalau pas jalan-jalan sama temen-temen kelas tu bawaannya pengeen banget nikah. Ada rasa iri dan pengen seperti mereka yang bisa didampingi istri atau suaminya kemanapun. Apalagi udah halal gitu, rasanya itu ya ngiri dan pengen banget mengikuti jejak mereka.