Sumber Foto
Iseng-iseng ngobrol masalah sejarah kerajaan Genggelang, sampai akhirnya nyangkut pembahasan masalah kesetaraan. Gangga konon katanya merupakan pusat dan induk peradaban Nusantara (Katanya). islam mulai disebarkan pertama kali dari gangga melalui kerajaan Genggelang yg ada di Gangga (saat ini jadi nama kecamatan dan nama dusun). kesetaraan sudah dikenal sejak zaman dahulu bahkan "mungkin" sebelum para tokoh-tokoh memperjuangkan adanya Kesetaraan Gender.
Senin, 24 April 2017
Jumat, 11 Desember 2015
POLITIK ISLAH: RE-NEGOSIASI ISLAH, KONFLIK, DAN KEKUASAAN DALAM NAHDLATUL WATHAN DI LOMBOK TIMUR
POLITIK ISLAH: RE-NEGOSIASI ISLAH, KONFLIK, DAN KEKUASAAN DALAM NAHDLATUL WATHAN DI LOMBOK TIMUR
Oleh. Saipul Hamdi
Kawistara, Vol. 1, No. 1, April 2011: 1-14
Oleh. Saipul Hamdi
Kawistara, Vol. 1, No. 1, April 2011: 1-14
PENGANTAR
Konflik merupakan salah satu ancaman
besar yang dihadapi bangsa Indonesia padamasa Reformasi. Jatuhnya rezim
Suharto 1998 ditandai dengan munculnya berbagai konflik komunal hampir
di setiap daerah di Indonesia (Anwar et al ., 2005; Nugroho et al.,
2004). Konflik yang muncul pada masa Reformasi lebih bersifat komunal
yang me libatkan sebuah masyarakat, komunitas, or ganisasi atau
institusi sosial (Tomagola, 2006; Colombijn, 2001). Konflik tidak hanya
di sebabkan oleh perbedaan identitas budaya, bahasa, dan agama, tetapi
juga karena adanya kepentingan ekonomi, politik, dan kekuasaan. Anthony
Giddens mengatakan bahwa konflik sangat dekat dengan ideolo gi, politik,
dan kekuasaan. Bahkan sebagian besar konflik yang muncul hanya disebab
kan oleh faktor kekuasaan (Giddens, 1989: 571). Konflik komunal di
Ambon, Maluku, Poso, Kalimantan, dan Lombok memiliki kaitan yang kuat
dengan kepentingan politik, ekonomi, dan kekuasaan. Kuatnya pengaruh
dari faktor-faktor tersebut menyebabkan konflik terus mengalami
polarisasi, reproduksi, dan eskalasi di masyarakat (Van Klinken, 2005:
94, 99; Wilson, 2008: 130- 131).
Minggu, 25 Oktober 2015
Fakta Menarik di Balik Kemenangan Lombok di Wisata Halal Dunia
By Hans
Bahanan
Lombok is Indonesia halal Jewel’ (Foto: twitter
@WHTS15)
Liputan6.com, Mataram Pariwisata
Indonesia tengah bergembira dan merayakan pencapaian atas kemenangan dalam
ajang kompetisi dunia The World Halal Travel Summit/Exhbition 2015 (WHTS15) di
Abu Dhabi, Uni Emirate Arab (UEA) pada 21 Oktober 2015 lalu. Dari 14 kategori
yang dilombakan, Indonesia menyabet pehargaan sebagai pemenang di tiga kategori
yakni World’s Best Halal Tourism Destination, World’s Best Halal Honeymoon
Destination, dan World’s Best Family Friendly Hotel.
Pulau Lombok berhasil menyabet penghargaan sebagai
pemenang di 2 kategori yaitu World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s
Best Halal Honeymoon Destination. Sedangkan pada kategori World’s Best Family
Friendly Hotel, Hotel Sofyan Jakarta terpilih menjadi pemenang.
Tentunya, ada kebanggan tersendiri dengan penghargaan
yang diterima Indonesia dalam ajang Internasional yang melibatkan lebih dari
200 negara di dunia tersebut. Bahkan, menteri Pariwisata Arief yahya menyebut
kemenangan Indonesia sebagai kado manis satu tahun masa pemerintahan Jokowi-JK
.
Sabtu, 09 Mei 2015
Seputar Lombok
Dengan pantai-pantai yang indah nan ajaib, Gunung Agung Rinjani
dan kehidupan laut spektakuler yang menarik untuk dijelajah, pulau lombok di
Nusa Tenggara Barat memiliki banyak destinasi wisata baik di darat maupun di
laut. Tidak heran jika Lombok adalah destinasi terpopuler di Nusa Tenggara
Barat.
Pantai Lakey: Berselancar Memburu Ombak Kidal di Nusa Tenggara Barat
Pernahkah Anda
mendengar istilah ombak kidal? Jika belum dan ingin melihat atau bahkan
menaklukkannya dengan berselancar (surfing) maka kunjungilah Pantai
Leakey. Saat ini memang sebagian besar yang datang ke Pantai Lakey adalah
wisatawan asing seperti dari Australia, Amerika Selatan, Amerika Serikat, dan
lainnya. Pantai ini berlokasi di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.
Pantai Leakey
sebenarnya adalah salah satu pantai yang tersohor sebagai salah satu kawasan surfing
terbaik dan unik di dunia. Apa yang unik? Ombaknya ternyata memiliki arah
sapuan ke kiri bukan ke kanan sebagaimana umumnya. Keunikan ini juga nyatanya
telah digenapi dengan keindahan pantai yang sudah menjadi buah bibir terutama
di kalangan penggila surfing. Salin itu, angin laut yang terbilang
kencang di kawasan ini juga mendukung kegiatan surfing, wind surfing,
atau kite surfing.
Islam Watu Telu di Lombok
Masyarakat
Sasak, etnis asli yang mendiami Pulau Lombok sebagian besar memeluk agama
Islam. Sebelumnya penduduk setempat menganut kepercayaan Sasak Boda, yakni
kepercayan animisme dan panteisme dimana pemujaan dilakukan terhadap roh-roh
leluhur dan dewa-dewa lokal. Kemudian Islam dibawa masuk oleh para pendatang Makassar
dan Jawa pada abad ke-16.
Saat itu,
Lombok terpecah menjadi tiga golongan berdasarkan kepercayaan yang dianut,
yakni Sasak Boda, Islam lima waktu, dan Islam yang dibawa oleh Sunan Perapen
yang kemudian ajarannya dikenali dengan sebutanWetu Telu. Hingga saat
ini, golongan Islam Wetu Telu masih bertahan. Ini adalah kepercayaan orang
Sasak yang menganut agama Islam tapi masih mempraktikan ritual-ritual agama
Hindu, Buddha dan animisme.
Penyebaran
Wetu Telu sekira 1 persen di seluruh wilayah Lombok, diantaranya terdapat di
beberapa desa di Kecamatan Bayan, Lombok Utara seperti Loloan, Anyar,
Akar-Akar, dan Mumbul Sari serta dusun-dusunnya memusat di Senaru, Barung
Birak, Jeruk Manis, DasanTutul, Nangka Rempek, Semokan dan Lendang Jeliti.
Desa Sade-Sasak Lombok dan Tata Cara Hidup Mereka yang Patut Anda Simak
Sasak adalah
penduduk asli Pulau Lombok.
Seperti juga kelompok etnik lain di Indonesia, suku Sasak berasal dari
keturunan Austronesia yang bermigrasi dari daratan Asia sekitar 5.000 tahun SM
dan tinggal di daerah-daerah di Asia Tenggara sampai ke Kepulauan Pasifik
Selatan. Saat ini 85% dari populasi Lombok adalah suku Sasak. Meskipun Lombok
sangat dipengaruhi oleh budaya Bali yang mayoritas memeluk agama Hindu Bali
tetapi suku Sasak di Lombok mayoritas memeluk Islam.
Suku Sasak
dikenal dengan keyakinan Wektu Telu yaitu kepercayaan Islam yang
memiliki unsur-unsur Hindu, Buddha, dan kepercayaan tradisional kuno lainnya.
Walaupun suku Sasak memeluk keyakinan Wektu Telu tetapi mereka tetap
melaksanakan salat wajib lima waktu. Ada juga minoritas kecil memeluk keyakinan
yang disebut Bodha yaitu kepercayaan animisme dan Buddhisme. Dua
kelompok agama ini hidup harmonis bermasyarakat.
Desa Sasak
paling kuno adalah Desa Bayan, berada dekat kaki Gunung Rinjani yang
merupakan kubu Wektu Telu. Akan tetapi yang paling sering dikunjungi wisatawan
adalah Desa Sade dan Desa Rembitan, di dekat Mataram. Masyarakat
desa tersebut memilih mengabaikan modernisai dunia luar dan lebih memilih untuk
terus melestarikan tradisi lama mereka.
Senin, 20 April 2015
Asal Muasal Nama LOMBOK
Kejujuran
Suku Sasak Tumbuhkan Jati Diri Bangsa
Jakarta,
Kemendikbud --- Kejayaan dan kekuasaan Kerajaan Hindu Majapahit pada masanya
banyak memberikan pengaruh terhadap kehidupan dan kebudayaan masyarakat di
berbagai wilayah Indonesia. Pengaruh kehidupan dan kebudayaan tersebut bahkan
terasa hingga kini, salah satunya bagi masyarakat Suku Sasak, Lombok, Nusa
Tenggara Barat. Catatan historis mengenai Lombok dan Suku Sasak termaktub dalam
kitab Negarakertagama karangan Empu Prapanca yang isinya memuat tentang
kekuasaan Kerajaan Majapahit.
Jumat, 10 Oktober 2014
Profile MA'HAD DARUL QUR’AN WAL HADITS AL-MAJIDIYYAH ASSYAFI’IYYAH NW PANCOR (MDQH NW PANCOR)
A. PENDAHULUANs
Pernyataan AL–Magfurullahu Syaikh Sayyid Amin Al- Quthbi :
فىِ سَاحَةِ اْلعِلْمِ لَهُ مَعْهَدٌ
لاَ يَبْرَحُ الطُّلاَبُ فىِ ظِلِّهِ
Di dunia ilmu dia memiliki Ma’had
Tidak akan pernah kurang
para Thullab bernaung di bawahny
Pesan Al-Maghfurulahu Maulana Syeikh :
معهد القرآن بنا * فادخلوا طالبينـا
بســلام آمنين * نهضة الوطن فينا
Ma’had Darul Qur’an Wal Hadits Tetap Eksis
Silahkan Anda masuk untuk belajar di dalamnya
Dengan rasa nyaman dan tenteram
Di Nahdlatul Wathan.
Pondok Pesantren merupakan pusat pendidikan Islam,
dakwah dan pengabdian masyarakat yang tertua di Indonesia. Pondok pesantren
diakui sebagai sistem dan lembaga pendidikan yang memiliki akar sejarah dengan
ciri-cirinya yang khas. Keberadaannya sampai sekarang masih berdiri kokoh
ditengah-tengah komunitas masyarakat. Hal ini terbukti dengan kenyataan bahwa
pondok pesantren saat ini masih menampakkan keaslian, kebhinekaan dan
kemandirian walaupun usianya setua proses Islamisasi di negeri ini.
Kamis, 09 Oktober 2014
“G25-S” dan Nasib Rupiah*) (Dampak perekonomian akibat pertarungan dua kubu di parlemen)
| source: http://sinarharapan.co |
Dari sisi eksternal, pelemahan Rupiah dan IHSG ini
dipicu oleh kekhawatiran para pelaku pasar terkait dengan kebijakan bank
sentral AS (the Fed). Rupiah melemah karena penguatan dolar AS setelah pidato
Fisher terkait kebijakan moneter AS. Fisher yang menjadi anggota Federal
Open Market Committee (FOMC) menyampaikan pidatonya pada Kamis (25
September ) di Roma, yang mengindikasikan penaikan suku bunga the Fed lebih
cepat dari perkiraan sebelumnya. Dia mengemukakan ada asumsi the Fed akan
menaikkan Fed Rate antara musim semi (sekitar April) dan musim panas
(sekitar Juni) tahun 2015.
Rabu, 08 Oktober 2014
Preview Buku "Sang Maulana" oleh Muhammad Zulkarnaen

MENGENANG
era pra kemerdekaan Republik Indonesia. Hidup di dunia ini terasa tidak begitu
bermakna. Tekanan dan paksaan dari para penjajah menjadi empedu yang selalu
dirasakan setiap hari oleh masyarakat Indonesia. Kerja keras hanya akan
memberikan keuntungan bagi para penjajah. Hasil kerja terkadang tak diupah
sehingga tidak ada penghasilan yang dibawa pulang ke rumah. Menentang perintah
dari para penjajah sama artinya dengan mencari mati.
Kehadiran
seorang pembawa perubahan selalu dinanti oleh semua penduduk negeri, tak
terkecuali oleh masyarakat Rinjani. Animisme, kebodohan, serta
kemiskinan menjadi pemandangan yang tak mengenakkan. Kapankah masyarakat bisa
keluar dari masa pahit ini? Tak seorangpun dapat mengetahuinya.
Pada
tahun 1910, seorang ulama’ bernama Syaikh Ahmad Rifa’i datang di dalam mimpi salah
seorang tokoh agama di Pulau Lombok bernama Tuan Guru Abdul Madjid. Kedatangan
ulama’ dari Maghrabi ini membawa berita gembira. Berita yang membuat Tuan Guru
Abdul Madjid tersenyum dan menampakkan wajah yang ceria. Betapa tidak! Orang
yang membawa berita itu merupakan seorang wali Allah yang kata-katanya
dipastikan mengandung unsur kebenaran.
“Akan
segera lahir dari istrimu seorang anak laki-laki yang kelak akan menjadi
seorang ulama’ besar.” Begitulah isi berita yang dibawa oleh ulama’
tersebut.
Selasa, 07 Oktober 2014
Pesan Maulana Syaikh, tanggal 20 Maret 1996
Embe
taok muridku si’ bani bebantelan dunia akherat. Luean si mentingang dirikne doang. ( 20 Maret ’96 )
( Manakah muridku yang berani berjuang dunia
akhirat/lillahi ta'ala. Lebih banyak yang mementingkan dirinya sendiri )
Bani bebantelan dunia akhirat ( Berani sehidup semati/berjuang
sekuat tenaga dunia akhirat ).
Kalimat ini merupakan sebuah tantangan sekaligus harapan
agar murid Maulana Syaikh benar-benar berjuang lillahi ta'ala. Berjuang
dengan segenap jiwa raga, tidak saja untuk memajukan organisasi NW tetapi untuk
kemaslahatan ummat Islam. Harapan tersebut menguatkan bahwa guru memiliki
hasrat nurani untuk benar dan tulus membentuk murid-muridnya. Guru adalah orang
tua rohani, sedangkan ibu bapak adalah orang tua jasmani ( yang melahirkan kita
). Guru merupakan jalan kita mengerti bagaimana kekuasaan Allah, bagaimana
keagungan Allah, sehingga kita memahami apa yang seharusnya kita perbuat dan
tinggalkan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Seseorang tidak akan
memperoleh kesuksesan dan tidak pula ilmunya dapat bermanfaat apabila ia tidak
menghormati gurunya dan ilmu itu sendiri. Dalam Kitab Ta'limul Muta'allim
disebutkan :
ماَ
وَصَلَ مَنْ وَصَلَ اِلاَّ بِالحْرُمَةِ وَمَا سَقَطَ مَنْ سَقَطَ اِلاَّ بِتَرْكِ
الْحُرْمَةِ وَالتَّعْظِيْمِ .
Artinya : Dapatnya orang mencapai
sesuatu hanya karena mengangungkan sesuatu itu,
dan gagalnya juga hanya karena tidak mau mengagungkannya.
POTRET KELUARGA TUAN GURU KYAI HAJI MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID Bagian ke-2
Keluarga Besar Tuan Guru Haji Abdul Madjid
Haji Mahsun
Ainy, salah seorang putera Tuan Guru Haji Abdul Madjid, menyebutkan bahwa nenek
moyang Tuan Guru Haji Abdul Madjid bukanlah berasal dari Pulau Lombok. Akan
tetapi, konon, ia merupakan keturunan dari nenek moyang yang berasal dari
Sulawesi Selatan [Makassar]. Orang tuanya yang bernama Papuk2 Jumlah adalah
putera dari Balok3 Lendang. Nama yang disebut terakhir, konon digelari sebagai
"dewan pasu" oleh pemerintah Kerajaan Karang Asem. Gelar 'Tuan Guru
adalah sebutan yang diberikan kepada seseorang yang memiliki kapasitas ilmu
pengetahuan agama Islam yang luas. Dalam konteks kultur Jawa sebutan Tuan Guru
dikenal dengan nama Kyai. [1]
POTRET KELUARGA TUAN GURU KYAI HAJI MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID Baian ke-1
KELUARGA SAKINAH GURU MUKMINAH (Julukan?Gelak Datok Abdul Majid)
Guru
Mukminah atau Guru Minah adalah nama populer yang menjadi panggilan
akrab ayah dari Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Julukan "guru"
ini diberikan kepadanya karena selalu tekun
dan aktif menjadi guru mengaji, yakni inengajarkan membaca Al-Qur'an, bahkan
juga sebagai seorang muballigh, sehingga ia terkenal sebagai seorang pemuka
masyarakat di kampungnya, yakni Kampung Bermi, Pancor, Lombok Timur, Nusa
Tenggara Barat.
Nama populer yang menjadi panggilan akrabnya ini, selanjutnya
diganti dengan nama Haji Abdul Madjid, setelah ia menunaikan ibadah haji ke
Tanah Suci Makkah pada tahun 1341 H [1923 M]. Penggantian nama setelah
menunaikan ibadah haji seperti ini sudah menjadi tradisi umum masyarakat
Indonesia. Nama tersebut biasanya diambil dari namanama silsilah keluarga, atau
nama seorang tokoh, atau ulama yang dikagumi. Setelah selesai mengerjakan
ibadah haji, maka secara resmi dipanggil Pak Haji dengan nama barunya. Di
samping itu, ia juga dipanggil Tuan Guru.' Jadi, nama lengkapnya adalah Tuan
Guru Haji Abdul Madjid.
“tulisan ini diambil atau ditulis ulang dari buku Visi
Kebangsaan Religius Bab II karangan Mohammad Noor, Muslihan Habib dan Muhammad Harfin
Zuhdi”
Sabtu, 04 Oktober 2014
PENDIDIKAN NAHDLATUL WATHAN DI NUSA TENGGARA BARAT (NTB) : SARIF HIDAYATULLAH
Sumber: HidayatullahBlog
A. PENDAHULUAN
Untuk mencoba mengatasi persoalan pendidikan di dunia Islam, menurut Hasan Langgulung, telah hadir tiga pola pemikiran : pertama, pola pemikiran pendidikan Islam yang berorientasi kepada pola pendidikan modern di Barat; kedua, pola pemikiran yang berorientasi dan bertujuan untuk memurnikan kembali ajaran Islam; Ketiga, pola pemikiran yang berorientasi pada kekayaan dan sumber daya bangsa masing-masing dan bersifat nasionalisme. [1]
Sejalan dengan upaya kaum muslimin di berbagai
belahan dunia Islam, termasuk di Indonesia yang hingga sekarang terus berusaha
berbenah diri dalam bidang pendidikan, Nahdlatul Wathan juga sudah cukup lama
ikut mengambil bagian memikirkan persoalan pendidikan bagi masyarakat,
khususnya di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Keikutsertaan dan kepedulian
Nahdlatul Wathan dalam memikirkan dan menangani masalah pendidikan yang
dihadapi masyarakat Lombok itu tampaknya didorong oleh rasa tanggungjawab dan
dihadapkan dengan realitas umat Islam di daerah tersebut masih jauh tertinggal
dalam bidang pendidikan.
Kehadiran Nahdlatul Wathan sebagai organisasi sosial
keagamaan yang bergerak dalam berbagai bidang, utamanya bidang pendidikan,
berawal dari gagasan dan pemikiran Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul
Madjid untuk mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah, disingkat
NWDI, [2] dan
Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah, di singkat NBDI, sehingga nama Nahdlatul
Wathan sebagai organisasi diambil dari dua kata pertama nama NWDI tersebut.
Syaikh Zainuddin Abdul Madjid, Ulama Kharismatik dan Jenius dari Pulau Lombok (Kandidat Pahlawan Nasional)
Maulana Syaikh Muhammad Zainuddin
Abdul Madji`
Para pembaca mungkin masih asing mendengar nama Syaikh Zainuddin
Abdul Madjid. Tetapi coba anda berkunjung ke Pulau Lombok (sebuah pulau kecil
dan indah yang sering dijuluki Pulau Seribu Masjid), kemudian menanyakan nama
itu kepada orang asli Lombok, pastilah semua orang yang anda tanya akan kenal
sekali dengan nama itu. Terutama di kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan
pejabat. Apalagi jika pembaca atau wartawan bertanya kepada Gubernur Nusa
Tenggara Barat (NTB) saat ini. Mengapa? Simak terus tulisan ini untuk
mendapatkan jawabannya.
Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah
seorang tokoh terkenal di Pulau Lombok bahkan Nusa Tenggara Barat. Di pulau
Lombok, sebutan syaikh lebih dikenal dengan sebutan Tuan Guru. Tuan Guru ini identik dengan Kyai di Jawa. Sehingga di depan nama Beliau ini biasanya
dituliskan singkatan TGKH (Tuan Guru Kyai Haji). Sehingga dalam penulisan nama
Beliau di berbagai tempat secara lengkapnya adalah TGKH Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Muhammad Zainul Majdi
Dr. K.H. TGH. Muhammad
Zainul Majdi, M.A atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (lahir di Pancor, Selong, 31
Mei 1972;
umur 42 tahun) adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat
masa jabatan 2008-2013. Ia menjabat didampingi oleh Wakil Gubernur Badrul
Munir.
Sebelumnya, Majdi menjadi
anggota DPR
RI masa
jabatan 2004-2009 dari Partai Bulan Bintang yang
membidangi masalah pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian dan
kebudayaan (Komisi X).
NAHDLATUL WATHAN
1. Latar Belakang
Organisasi Nahdlatul Wathan
disingkat NW adalah organisasi keagamaan islam (jam’iyah diniyah islamiyah)
yang memiliki kegiatan utama (core activities) dalam bidang pendidikan, social
dan dakwah islamiyah. Organisasi ini didirikan oleh TGKH.Muhammad Zainuddin
Abdul Madjid pada tanggal 1 Maret 1953 bertepatan dengan 15 Jumadil Akhir 1372
Hijriyah.
Keberadaan lembaga-lembaga
pendidikan Nahdlatul Wathan merupakan suatu bukti yang tidak terbantahkan akan
peran serta organisasi ini dalam ikut serta mewujudkan tujuan kehidupan
berbangsa dan bernegara sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang
Dasar 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Secara matematis berapa banyak
anak bangsa yang dapat dicerdaskan oleh oragnisasi Nahdlatul Wathan setiap
tahun. Bila dirata-ratakan setiap jenjang/jenis lembaga pendidikan Nahdlatul
Wathan dapat menamatkan 40 orang anak didik setiap tahun maka akan ditemukan
angka anak bangsa yang dapat ditamatkan dalam satu tahun sekitar 36.080 (tiga
puluh enam ribu delapan puluh) orang siswa.
Sejarah Pendiri Nahdlatul Wathan TGKH. M. Zainuddin Abd. Majid
A. KELAHIRAN TUAN
GURU KYAI HAJI MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID
- Kelahiran
Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin
Abdul Madjid yang nama kecilnya Muhammad Saggaf dilahirkan pada hari Rabu,
17 Rabi’ul Awal 1326 [1904 M] di Kampung Berini, Desa Pancor, Kecamatan
Rarang Timur [Sekarang Kecamatan Selong] Lombok Timur Nusa Tenggara Barat.
Adalah Tuan Guru Kyai Haji Muhammad
Zainuddin Abdul Majid, yang namanya disingkat HAMZANWADI [Haji Muhammad
Zainuddin Abdul Madjid Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah], yang akrab
dipanggil Maulana Syaikh atau juga akrab dengan panggilan “Tuan Guru Pancor”,
oleh para murid dan jamaahnya secara umum, semasa kecilnya diberi nama Muhammad
Saggaf oleh ayahnya sendiri, yaitu Tuan Guru Haji Abdul Madjid.
Terdapat keunikan lain seputar
kelahirannya, yaitu adanya cerita gembira yang di bawa oleh seorang wali,
bernama Syaikh Ahmad Rifa’i yang juga berasal dari Maghrabi. Ia menemui Tuan
Guru Haji Abdul Madjid menjelang kelahiran putranya. Syaikh Ahmad Rifa’i
berkata kepada Tuan Guru Haji Abdul Madjid “Akan segera lahir dari istrimu
seorang anak laki-laki yang akan menjadi ulama besar”.
Selasa, 30 September 2014
Perbedaan pokok dua sistem ekonomi (Islam dan Konvensional)
Dalam beberapa
dekade terakhir, istilah ekonomi islam menjadi sebuah trend tersendiri
dikalangan para akademisi, pelajar dan dikalangan masyarakat umum. Di indonesia
sendiri, sejarah pertumbuhan ekonomi silam sendiri dimulai pada tahun 90-an
saat indonesia mengalami dampak dari krisis global yang melanda dunia. Diawalai
dari sebuah perbankan islam yang berdiri pada tahun 1992 yang dimotori oleh
para cendikiawan muslim indonesia dan para akademisi untuk mendirikan sebuah
lembaga keuangan yang didasarkan kepada nilai-nilai islam yang kemudian
dibangunlah Bank Muamalat yang menjadi bank yang berdasarkan pada nilai-nilai
islam, kemudian bank Muamalat menjadi bank syariah yang pertama berdiri pada
tahun 1992.
Langganan:
Postingan (Atom)



.jpg)










